Ilmu adalah cahaya yang membimbing manusia memahami kebenaran, sedangkan amal merupakan bukti kesungguhan dalam menjalankan kebaikan. Namun, ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan ketika ilmu semakin luas dan ibadah semakin banyak: menjaga hati agar tetap rendah hati. Jangan sampai pengetahuan membuat kita merasa paling benar, atau amal ibadah menjadikan kita memandang rendah orang lain. Sebab, semakin seseorang mengenal kebesaran Allah, seharusnya semakin besar pula kesadarannya bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan.
Ust. Aris Alwi, motivator Gedor Pintu Langit dan Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua, mengajak kita untuk menjadikan perjalanan menuntut ilmu dan beribadah sebagai sarana memperbaiki diri, bukan panggung untuk mendapatkan pengakuan manusia. Tidak perlu sibuk menunjukkan seberapa banyak ilmu yang dikuasai atau seberapa sering kita melakukan ibadah. Lebih baik memperbanyak manfaat, menjaga kejujuran, menolong sesama, dan membuktikan nilai-nilai kebaikan melalui perilaku sehari-hari.
Ingatlah, pujian manusia tidak selalu menunjukkan kemuliaan di hadapan Allah. Begitu pula, kita tidak berhak memastikan kedudukan seseorang di sisi-Nya hanya berdasarkan apa yang terlihat. Hanya Allah yang mengetahui isi hati, niat, dan keseluruhan amal hamba-Nya. Karena itu, teruslah belajar tanpa merasa paling pintar, beramal tanpa mengharapkan sanjungan, dan menerima nasihat tanpa dikuasai ego.
Mari periksa hati sebelum menilai orang lain. Perbanyak istighfar, luruskan niat, dan gunakan ilmu untuk menghadirkan manfaat. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesombongan, membimbing kita menuju keikhlasan, serta menerima ilmu dan amal sebagai jalan memperoleh rahmat dan ridha-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
#MotivasiIslami #KataBijakIslami #RendahHati #IkhlasBeribadah #MenuntutIlmu #AmalSholeh #RidhaAllah #UstArisAlwi #GedorPintuLangit #YayasanMalomoUntukSemua





















