Jangan menunggu hafal banyak doa untuk mulai istiqomah menjalankan sholat tahajud dan dhuha. Jangan pula merasa malu atau rendah diri hanya karena belum menguasai banyak bacaan doa. Ibadah bukan tentang menunggu diri menjadi sempurna, tetapi tentang kemauan untuk terus belajar dan mendekat kepada Allah sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.
Hafalkan doa sedikit demi sedikit. Tidak perlu terburu-buru. Hari ini mungkin hanya satu doa yang berhasil dihafalkan, kemudian esok belajar doa lainnya. Yang terpenting adalah jangan berhenti belajar dan jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk meninggalkan ibadah sunnah.
Tahajud dan dhuha bukan hanya tentang banyaknya doa yang kita hafal, tetapi juga tentang hubungan hati seorang hamba dengan Allah. Tahajud menjadi kesempatan untuk bermunajat di keheningan malam, sedangkan dhuha dapat menjadi momentum untuk memulai aktivitas dengan mengingat dan memohon pertolongan Allah.
**Ust. Aris Alwi, motivator Gedor Pintu Langit dan Ketua Yayasan Malomo Untuk Semua**, mengingatkan bahwa jangan menunggu merasa mampu atau sempurna untuk mengetuk pintu langit. Mulailah dari apa yang bisa dilakukan. Jika belum hafal banyak doa, tetaplah bersujud. Jika belum mampu melakukan banyak amalan, jagalah amalan yang sederhana tetapi konsisten.
Istiqomah memang membutuhkan proses. Ada hari ketika semangat begitu kuat, tetapi ada pula saat tubuh lelah dan hati terasa berat. Ketika itu terjadi, jangan menyerah. Kembali perbaiki niat dan lanjutkan langkah.
Semoga Allah memberikan kemudahan untuk belajar, menguatkan kita dalam tahajud dan dhuha, menerima setiap doa dan ibadah kita, serta menjadikan hati semakin dekat kepada-Nya. Jangan menunggu sempurna untuk memulai. **Mulailah dari yang mampu, lakukan dengan ikhlas, dan teruslah istiqomah.**
#SholatTahajud #SholatDhuha #DoaTahajud #DoaDhuha #MotivasiIslami #Istiqomah #Doa #IbadahSunnah #UstArisAlwi #GedorPintuLangit
















